Cerita Sex Gangbang Brutal Kawanan Mesum

Cerita Sex Gangbang Brutal Kawanan Mesum – Di sebelah kamar Almira adalah kamar Miranda. Miranda termasuk seorang perempuan yg berkuliit putiih bersiih juga. Miiriip dgn Almira, memiliki tubuh yg langsiing semampaii, akan tetapi dgn buah dada yg lebiih membulat dan bokong yg lebiih padat beriisii. Waktu Parto dan Steven mengetuk piintu dan mengucap salam, Miranda sedang mendengarkan musiik mp3 seraya membaca sebuah novel.
“Wah tumben ada yg dateng malam-malam. Siapa ya?” piikiirnya. Miranda waktu iitu menggunakan terusan batiik. Dia buru-buru mengeciilkan suara mp3 darii laptopnya dan meletakkan novel di meja. Tak lupa dia menyambar kerudung coklat untuk dia pakaii sebelom membuka piintu.

Begiitu piintu dibuka, Miranda kaget meliihat kedua laki-laki yg tak ia kenal. Kedua laki-laki iitu pun langsung memaksa masuk dan mendekap tubuh Miranda. Akan tetapi Miranda bukan perempuan sembarangan, dia adalah pemegang sabuk coklat beladirii judo Waktu Steven maju dan mencengkram lengan kiiriinya, dgn refleks yg sudah terlatiih hempaskan tangan Steven yg mencengkram lengannya seraya kemudian membantiing Steven ke sampiing. Parto yg menyaksiikan kejadian iitu buru-buru menutup piintu dan mengunciinya.
Terkejut mendapatkan perlawanan, Steven bangkiit lagii dan mencoba merengkuh terusan Miranda. Akan tetapi kembalii Miranda berhasiil mengelak bahkan kembalii membantiing tubuh Steven. Untungnya dia jatuh ke ranjang sehiingga tak terlalu merasakan sakiit.

Steven tak menyerah. Kalii iinii dia berusaha menjaga jarak darii Miranda dan mencoba melancarkan pukulan jab yg berhasiil ditangkiis Miranda. Di siiniilah kecerdikan Parto, dia bergerak cepat ke belakang tubuh Miranda, kemudian menendang punggung Miranda sehiingga dia terjengkang ke depan. Darii depan Steven langsung melancarkan tendangan lurus. Miranda yg kaget ditendang darii belakang tak sempat menangkiis sehiingga kakii Steven bersarang di perut Miranda. Perempuan iitu terduduk menahan sakiit. Meliihat Miranda mulaii tak berdaya, Parto dgn cepat menariik baju perempuan iitu darii belakang. Miranda terangkat berdirii seraya menahan periih di lambungnya. Kemudian Parto menghempaskan tubuh Miranda ke ranjang.

”Sialan niih bocah, beranii-beraniinya ngelawan gue,” ujar Steven. Steven yg kesal kerana dibantiing Miranda dua kalii langsung meniindih tubuh Miranda di ranjang. Miranda tak biisa fokus untuk melawan kerana menahan sakiit di perutnya. Steven langsung mendudukii perut Miranda yg terlentang dan membuka kedua tangan Miranda ke kanan dan kiirii. Miranda baru akan teriak waktu sebuah tamparan keras mendarat di piipii kiiriinya. Piipiinya langsung merah bekas tangan Steven. Darii belakang Parto langsung memasang lakban di mulut Miranda.
Dalem kondisii iinii, Miranda menjadi tak berdaya. Perutnya kesakiitan dan didudukii Steven, sementara piipiinya panas dan periih kerana ditampar dia tak biisa berteriak. Plak… sekalii lagii Steven menampar piipii kanan Miranda kerana masiih kesal dibantiing oleh Miranda.

“Udah Steve, ntar abiis mukanya. Sayg cantiik-cantiik giitu,” sergah Parto pada Steven.
Steven tersadar darii amarahnya, kemudian ia mulaii meniikmatii kecantiikan paras Miranda yg mulus. Terlihatnya mulutnya sedang meriintiih kesakiitan dalem bekapan lakban, air matanya mulaii mengaliir.
Parto terus bekerja. Dia mengiikat kedua tangan Miranda di atas kepala Miranda. Setelah iitu dia mulaii melepaskan celananya.
”Steve, gue duluan ya. Kau pegang dulu lah perempuan iinii,” ujar Parto pada Steven.
”Oke, kau duluan lah, aqu nantii belakangan, biar puas kukerjaii dia,” jawab Steven.
Maka Steven bergerak ke atas memegangii tangan Miranda, sementara Parto mulaii mengangkat terusan batiik Miranda hiingga piinggang. Parto dgn cekatan menurunkan celana traiiniing yg dipakaii Miranda dan celana dalem kremnya. Parto sengaja meniinggalkan sepasang kaus kakii terpasang di telapak kakii Miranda. Kemudian ia kangkangkan kakii Miranda sedapatnya. Maka terlihatlah kemaluan Miranda yg masiih tertutup rapat dihiasii rambut-rambut halus di atas dan sampiingnya. Sepertii halnya Almira, Miranda memiliki kemaluan yg berwarna putiih sepertii kuliit tubuh laiinnya.

Mulut Parto mulaii menyosor kemaluan iitu, kedua ibu jarinya menariik ke sampiing bibir kemaluan luar Miranda, sementara liidahnya berusaha menguak bibir dalemnya agar merekah. Merasa bagian kehormatannya mulaii dikerjaii, Miranda mulaii sadar darii periihnya dan berusaha berontak, akan tetapi waktu iitu pula ia meneriima tamparan lagii di piipii darii Steven sehiingga ia kehiilangan kekuatan lagii.
Parto terus berusaha melumurii kemaluan Miranda dgn ludahnya hiingga liiciin. Baru kemudian dia terduduk mendekatkan kemaluannya yg sudah ngacung ke lobang kemaluan iitu. Diarahkannya moncong meriam iitu ke target sasaran, dan mulaii ia dorong pelan-pelan. Ia terus berusaha mendorong seraya kedua tangannya menahan kedua paha Miranda yg bulat supaya tak menutup.Miranda berusaha bergerak menghiindarii sesuatu yg menerobos di lobang kehormatannya, akan tetapi bagian atas tubuhnya ditekan kuat-kuat oleh Steven.

Parto terus berusaha mendorong hiingga perlahan mulaii masuk. Kepala kemaluannya mulaii menguak bibir dalem kemaluan Miranda. Perlahan kepala iitu mulaii tenggelam dan berusaha menembus selaput yg menghalangii. Terus dia tekan hiingga akhiirnya selaput iitu berhasiil dia tembus. Kemudian masiih terus ia tekan hiingga batang kemaluannya mulaii iikut masuk. Miranda berusaha terus bergerak akan tetapi kakiinya ditahan kuat-kuat oleh tangan Parto. Hiingga akhiirnya semua kemaluan Parto masuk ke kemaluan Miranda.

Kemaluan Parto merasakan dekapan yg sangat erat darii kemaluan Miranda, dekapan kemaluan perawan yg sudah lama ia tak rasakan sejak memerawanii isterinya. Ia tariik sedikiit kemaluannya, kemudian dia dorong lagii. Semua ia laqukan perlahan untuk meniikmatii setiap gesekan kemaluan Miranda pada kemaluannya. Makiin lama sodokannya makiin cepat. Waktu ia membuka mata maka terlihat perempuan pelajar yg manis dan masiih berkerudung melenguh setiap ia sodokkan kemaluannya. Pemandangan iitu terlihat sangat erotiis bagiinya.
Buru-buru dia angkat terusan Miranda hiingga Bhnya tersembul, langsung ia angkat pula BH iitu ke atas sehiingga kedua buah dada Miranda mencuat. Dia remas-remas kedua buah dada iitu seraya mempercepat sodokannya. Kombiinasii antara pemandangan yg erotiis ditambah ketatnya dekapan kemaluan Miranda pada kemaluannya membuat Parto tak tahan lagii. Maka ia semprotkan dgn kuat maniinya di dalem kemaluan Miranda.
”Ah, kemaluan perawan, peret banget Steve,” ujar Parto seraya terengah-engah.

“IIya, apalagii perawan galak kayak giinii. Kau cepatlah gantian, aqu juga sudah tak sabar,” jawab Steven.
Sebenarnya tanpa dipegangii pun Miranda sudah suliit untuk melawan, alasan rasa sakiit di kepala dan perutnya, ditambah lagii di kemaluannya membuat dia malas bergerak. Akan tetapi Parto dgn siigap menjaga tubuh Miranda sementara Steven melampiaskan hajat mesumnya.
“Heii, jangan lupa kau rekamlah dgn HPmu adegan iinii,” ujar Steven mengiingatkan. Maka Parto langsung mengeluarkan HPnya untuk merekam adegan mesum Steven memperkosa perempuan cantiik iinii.
Steven tak banyak basa-basii. Langsung ia keluarkan kemaluannya, dan ia gesekkan ke permukaan kemaluan Miranda. Sesekalii ia meraba rambut halus di atas kemaluan iitu, kemudian dia cabut beberapa helaii dgn kasar, membuat Miranda makiin kesakiitan dan meniinggalkan ruam merah di bagian yg dicabut.
“Rasakan kau perempuan galak,” umpat Steven.

Kemudian Steven langsung memasukkan kemaluannya ke lobang kemaluan Miranda dan mulaii menyodokkan dgn keras dan cepat. Ibu jari tangan kiiriinya menekan-nekan daerah chlitoris Miranda sementara tangan kanannya mencubiitii ujung pentil kanan dan kiirii Miranda bergantian. Hal iinii membuat Miranda terlonjak-lonjak akan tetapi biila ia mulaii melawan waktu iitu pula Parto menahan tubuhnya dan sesekalii menampar parasnya. Steven terus melaqukan perbuatannya seraya tersenyum puas, berusaha mengerjaii perempuan yg sudah membantiingnya iitu.

Cerita Bokep – Steven tak lama bertahan kerana peretnya kemaluan Miranda. Begiitu merasa akan keluar maniinya, ia langsung meloncat dan membuka lakban penyumpal mulut Miranda. Ia arahkan kemaluannya ke mulut Miranda yg ia buka paksa dgn tangannya, ia kocok kemaluannya kuat-kuat hiingga maniinya menyembur deras masuk ke dalem mulut Miranda. Beberapa semprotan terakhiir ia arahkan ke mata dan piipii Miranda. Jadilah paras manis iitu berlumuran manii Steven bercampur air matanya.

Akan tetapi setelah maniinya habiis, tak serta merta ia menariik kemaluannya. Terlihatnya ia masiih iingiin mengeluarkan sesuatu. Maka dalem beberapa detiik memancarlah air kenciing Steven ke dalem mulut Miranda dan ke mukanya. Miranda gelagapan terkena siiraman air kekuniingan yg sedikiit berbau kopii iitu. Semua iitu terekam oleh HP Parto.
”Biar rasa kau perek galak,” umpat Steven lagii. Parto cuma geleng-geleng kepala meliihat kegiilaan kawannya iitu.
Sementara enam kawanan mesum mulaii bergerak mengendap ke lantaii dua. Mokas maju paliing depan dan Deneb paliing belakang. Mereka terus mengendap seraya memperhatiikan keadaan sekiitar.

Sobirin : Gelap semua kamarnya, cuma kamar nomor sepuluh iitu yg diujung yg lampunya nyala. Jangan-jangan yg dua sudah pada tiidur.
Miichel : Coba kuiintiip dulu kamar sepuluh.
Miichel perlahan mengendap mengiintiip kamar sepuluh lewat jendela. Kebetulah gordyn jendela iitu terbuka. Mata Miichel mengiintiip perlahan, kemudian kembalii lagii.
Miichel : Ternyata mereka bertiiga ada di kamar ujung iitu. Bagaiimana jadinya?
Aldo : Ya sudah, apabila begiitu kiita labrak sama-sama. Giimana? –semua mengangguk setuju.
Mokas: Tunggu dulu bentar. Coba kuliihat kamar yg laiin sebentar ya.
Aldo : Loh, mau apa lagii kau?
Mokas : Ah pokoknya sebentar lah.
Mokas masuk ke kamar delapan yg tak dikuncii, kemudian keluar mengambiil sebiilah cutter.
Mokas : IInii akan memudahkan pekerjaan kiita.

Maka Aldo yg maju untuk mengetuk piintu kamar sepuluh, yg laiin bersembunyii supaya tak terliihat apabila penghunii kamar mengiintiip lewat jendela. Mokas bersiap dgn cutternya untuk memberiikan kejutan.
Elma, Reiina dan Yulii memutuskan untuk tiidur bertiiga di kamar sepuluh, kerana mereka bertiiga sedikiit penaqut. Elma berparas sangat manis, yg paliing manis di antara keliima perempuan di sana. Kuliitnya paliing putiih, mukanya paliing cantiik, dan tubuhnya sangat langsiing. Yulii juga kuliitnya putiih, akan tetapi tak seputiih Elma. Tubuhnya lebiih beriisii. Sedangkan Reiina kuliitnya sedikiit coklat gelap, akan tetapi tubuhnya yg paliing montok.
Mereka bertiiga sedang ngobrol seraya menunggu kantuk sebelom piintu iitu diketuk. Elma yg tuan rumahnya kamar langsung berdirii dan menghampiirii piintu. Mereka semua berterusan dan segera memakaii kerudung begiitu tahu ada yg datang. Elma tak curiiga sedikiitpun jadi tak perlu merasa meliihat melaluii jendela dan langsung membuka piintu.

Piintu pun dibuka. Elma terkejut mendapatii seorang pria yg tak ia kenal di hadapannya.
”A…ada apa ya Pak?” tanya Elma gelagapan.
Tak sempat dijawab, Aldo langsung mendorong piintu dan Mokas dgn cepat memiitiing leher Elma seraya menghunus cutter di parasnya.
“Jangan ada yg bergerak, jangan ada yg teriak, ato kawan kalian matii,” ujar Mokas mengancam Yulii dan Reiina.
Semua kawanan mesum iitu berhamburan masuk kamar dan mengunciinya sementara Yulii dan Reiina cuma terkejut menganga.
“A…ampun Pak, iitu laptop gue di dalem tas dekat meja. IItu dompet gue di meja. Jangan sakiitii kamii Pak…” Elma memohon pada Mokas.
Kawanan mesum iitu tertawa terbahak-bahak.
“Kau piikiir kamii tak sanggup belii laptop hah? Kau piikiir kamii ga punya duiit. Bodoh kau…” jawab Miichel seraya tertawa.
“Ba…bapak mau apa Pak? Akan tetapi tolong jangan sakiitii kamii…” ujar Yulii berusaha membantu Elma.
”Tenang, kamii tak akan menyakiitii kalian, selama kalian bekerja sama. Mengertii?” ujar Mokas.
Yulii dan Reiina cuma mengangguk lemah masiih tak paham. Sementara Elma gemetaran kerana ada cutter di depan Steveungnya.
”Kamera, siapkan!” periintah Mokas. Maka Miichel dan Deneb mengeluarkan HPnya masiing-masiing dan mulaii merekam.
”Oke, sekarang kalian berdua buka baju kalian!” periintah Mokas pada Yulii dan Reiina. Keduanya terhenyak tak percaya dgn apa yg mereka dengar.
”Cepat!!!” hardik Mokas lagii.
”Ja…jangan Pak, jangan…” piinta Yulii liiriih.
”Jangan melawan! Apa kalian mau liihat leher kawan kalian iinii putus? Cepat buka!!” ancam Mokas lagii. Mokas menguatkan piitiingan pada leher Elma sehiingga Elma mulaii merasa tercekiik. Hal iinii menyebabkan Yulii dan Reiina paniik.
”Ba… baiik Pak…” ujar Yulii pelan.

Kedua perempuan iitu meliiriik satu sama laiin kebiingungan, tak bergerak. Akan tetapi Mokas menghardik lagii dan Elma mulaii mengaduh kesakiitan. Maka Yulii perlahan mulaii membuka riisletiing belakang terusannya. Meliihat Yulii melaqukan iitu, Reiina pun mengiikutiinya.
”Berdirii kalian berdua,” periintah Miichel. Maka Yulii dan Reiina pun berdirii di tengah kamar. Kemudian dgn perlahan mereka terus menariik resletiing terusan mereka, hiingga habiis.
“Turunkan terusan kalian, cepat!” periintah Aldo.
Maka keduanya pun dgn sangat malu menjatuhkan terusan mereka di hadapan para lelaki mesum iitu. Selama iinii mereka selalu berkerudung panjang dan rapii kemana pun, bagaiimana sekarang mereka akan bugiil di hadapan lelaki yg tak mereka kenal sama sekalii.

Maka semua lelaki mesum iitu mengeluarkan HPnya untuk mereka atau mengambiil foto adegan iinii kecualii Mokas yg masiih menahan Elma. Kedua perempuan yg berkerudung sedada akan tetapi tak berpakaian kecualii pakaian dalem mereka. Yulii dgn BH putiih dan celana dalem putiih, sementara Reiina dgn BH piink dan celana dalem hiijau.
Miichel menyuruh mereka menyiingkapkan kerudung mereka ke belakang sehiingga bagian dada, perut, piinggang, paha hiingga kakii kedua perempuan iinii terpampang jelas. Miichel memeriintahkan mereka untuk membuka BH mereka, meskii dgn ragu dan perlahan akhiirnya mereka membuka BH mereka. Terlihat meskii kuliit Reiina lebiih gelap, akan tetapi buah dadanya lebiih besar dariipada Yulii.

Mokas kemudian mendorong Elma ke arah kawannya. Mokas menyuruh Elma mengiikutii apa yg dilaqukan Yulii dan Reiina. Maka Elma pun mulaii membuka terusannya diiikutii dgn BH kremnya. Buah dada Elma adalah yg terkeciil di antara mereka, mungkiin cuma segenggam telapak tangan, akan tetapi kuliitnya benar-benar beniing, ditambah sorot lampu kamar yg membuat tubuhnya berkiilau keemasan.
”Oke, sekarang kalian buka celana dalem kalian. Cepat!” periintah Mokas seraya mengacungkan cutter pada Elma. Mereka bertiiga yg sudah mulaii berliinangan air mata tak biisa menolak. Perlahan mereka menurunkan celana dalem mereka hiingga mata kakii.

Deneb : Amboii, iinii perempuan beniing betul, macam marmer saja. –seraya mengelus bokong Elma.
Sobirin : IIya niih, kayanya paliing biisa merawat dirii nii perempuan. Liihat aja jembutnya, paliing sedikiit, paliing rapii. Gak kaya yg dua iinii, gondrong hahaha… –yg laiin iikut tertawa. Muka Yulii dan Reiina bersemu merah mendengar komentar cabul para lelaki iitu terhadap rambut keperempuanan mereka. Mereka terus mengambiil gambar ketiiga perempuan iinii hiingga puas.
Mokas : Oke kalian bertiiga, berlutut. –ketiiganya lalu berlutut menurutii periintah Mokas.
Lalu Miichel, Aldo dan Deneb melepas celana mereka hiingga kemaluan mereka mencuat. Kemudian mereka mendekatkan kemaluan mereka ke mulut para perempuan iitu.
Mokas : Kalian hiisap tiitiit yg ada di depan kalian iitu seraya kalian jiilat. Cepat!!

Ketiiganya kebiingungan dan merasa jiijiik, di sampiing belom pernah sama sekalii melaqukan blowjob sehiingga tak tahu bagaiimana memulaii apa yg diperiintah Mokas. Akan tetapi di sampiing rasa jiijiik, ada juga rasa penasaran kerana iinii benar-benar pertama kalii mereka meliihat kemaluan lelaki dewasa secara langsung. Batang-batang kokoh kehiitaman dgn ujung lonjong merunciing kemerahan iitu membuat biirahii keperempuanan mereka menjadi terusiik, meskii mereka adalah perempuan-perempuan yg aliim.
Mokas : Cepat atau kawan kalian iinii mau kuguet kah? –Mokas mulaii menghardik.
Kerana ketiiga perempuan iitu diam saja, Miichel maju dan menempelkan kemaluannya ke bibir Reiina. Reiina awalnya enggan, akan tetapi kerana dipaksa Miichel dan kepalanya ditariik, maka mulut Reiina pun terbuka. Miichel mulaii memasukkan kemaluannya ke dalem mulut Reiina.
Miichel : Mana liidahnya? Jiilat kemaluanku iinii yg benar. Jiilat kepalanya. Awas jangan kena giigii, apabila kena kutampar kau –periintah Miichel pada Reiina.
Reiina pun mulaii menjiilatii kemaluan Miichel. Yulii mulaii melaqukan hal yg sama pada Aldo dan Elma pada Deneb. Sementara yg laiin tetap merekam Kerana ketiiga perempuan iinii benar-benar belom pernah melaqukan hal iinii, ketiiga lelaki mesum iitu tak merasakan keniikmatan yg diharapkan.
Miichel : Sudah-sudah, gak enak. Dasar amatiiran. –seraya menariik kemaluannya keluar, diiikutii kawan-kawanya.
Sobirin : Oke, sekarang kalian bertiiga duduk Mengangkang. Cepat!
Ketiiga perempuan iinii kemudian menurutii periintah iitu. Mereka duduk di lantaii, akan tetapi mereka merapatkan kakii mereka.

Sobirin lalu duduk dan mencontohkan cara duduk yg dia maksud. Duduk dgn kedua tangan bersandar di belakang, sementara lutut ditekuk dan mengangkang selebar mungkiin. Ketiiga perempuan iitu tentu tak mau kerana iitu akan memperliihatkan daerah keperempuanan mereka dgn jelas. Akan tetapi Mokas kembalii menempelkan cutternya ke tubuh Elma seraya mengancam sehiingga mereka bertiiga terpaksa mengiikutii periintah Sobirin.
Kiinii ketiiga perempuan iitu benar-benar dipermalukan. Dgn kerudung panjang yg masiih menempel di kepala mereka akan tetapi disiingkapkan ke belakang, mereka duduk mengangkang seolah memamerkan keiindahan buah dada dan kemaluan mereka kepada kawanan mesum iitu. Kawanan mesum iitu berebut mengambiil foto ketiiganya, sementara paras mereka bertiiga makiin merah padam menahan malu.
Sobirin : Oke, sekarang kalian semua, kenciing semua!
Reiina : Ga…ga biisa Pak. Malu…
Sobirin : Halah pake malu segala. Mau kalian yg kenciing, atau muka kalian mau kamii kenciingii hah?
Mendengar ancaman iitu, ketiiga perempuan tersebut berusaha mengiikutii periintah Sobirin. Lebiih baiik piipiis saja sekalian malu, toh kemaluan mereka sudah terliihat semua, dariipada sudah malu, dipiipiisii pula. Mulaii darii Yulii yg pertama air piipiisnya memancar. Kebetulan memang dia belom piipiis dalem beberapa jam sehiingga airnya paliing banyak dan memancar paliing jauh. Disusul Elma dan terakhiir Reiina yg paliing sedikiit piipiisnya kerana baru setengah jam yg lalu dia piipiis.
Air kenciing ketiiga perempuan iitu spontan membasahii lantaii kamar Elma yg beralas karpet tebal, dgn aroma khas yg sedikiit pesiing. Akan tetapi iitu tak sampaii memadamkan nafsu bejat keenam pria mesum iitu, mahal makiin membangkiitkannya.

Kawanan mesum iitu tertawa terpiingkal-piingkal meliihat pemandangan iinii seraya berusaha mengambiil gambar close up bagaiimana kemaluan mereka memancarkan air senii. Elma memiliki kemaluan yg berkuliit beniing sepertii Almira dan Miranda, beda dgn Yulii dan Reiina yg kuliit di sekiitar kemaluannya sedikiit gelap kehiitaman, lebiih gelap dariipada kuliit tubuh mereka. Meskii demiikian untuk beberapa pria, kemaluan yg sedikiit hiitam justru lebiih seksii dariipada yg terang, apalagii apabila disekiitarnya dihiasii rambut-rambut yg halus. Miichel sampaii membantu menyiingkap bibir kemaluan Yulii supaya terliihat jelas lobang yg menyemprotkan air senii iitu.
Kemudian Marco mengambiil aliih komAldo.
Marco : Baiik, sekarang kalian menunggiing semua. Buka tudung kalian.
Ketiiganya mulaii melepaskan tudung masiing-masiing sehiingga mereka sekarang benar-benar telanjang bulat. Reiina memiliki rambut paliing panjang, hampiir sepiinggang, sementara Yulii dan Elma sama-sama sepunggung.
Marco : Kalian sekarang nunggiing semua. Buka kakii kalian lebar-lebar.
Mereka dgn ragu mengiikutii periintah iitu. Mereka mulaii menunggiing sepertii kuda menunjukkan kemontokan bokong mereka, dgn kakii dibuka lebar memperliihatkan keiindahaan anus dan belahan kemaluan mereka darii belakang.

Marco mulaii meremas bokong Reiina dan menjiilat anus dan kemaluannya. Reiina merasa kegelian dan iingiin tertawa akan tetapi ia tahan sekuat tenaga. Aldo melaqukan hal yg sama pada Yulii dan Mokas pada Elma. Hal iinii membuat ketiiga perempuan tersebut terserang biirahii, dimana dgn mahiir ketiiga lelaki mesum iitu menjiilat kemaluan para perempuan iinii seraya sesekalii meremas buah dada mereka.
Suasana makiin memanas, ketiiga penjiilat tersebut makiin bernafsu sementara tak sadar Yulii dan Elma melenguh setiap tiitiik sensiitiif di kemaluan mereka tersentuh liidah para penjiilat. Penasaran dgn sebelahnya, maka para penjiilat iitu bergeser posiisii untuk meniikmatii anus dan kemaluan perempuan disebelahnya. Ketiiga kawan mereka yg laiin juga tak ketiinggalan iikut serta, sehiingga semua liidah lelaki iitu merasakan anus dan kemaluan ketiiga perawan tersebut.
Aldo : Yg iinii bo-olnya cantiik niih, ada kerutan-kerutannya, ada bulunya pula –seraya menunjuk lobang anus Yulii.
Miichel : Akan tetapi yg iinii sempurna kawan, beniing kalii lobang bokong iinii, tak ada yg hiitam-hiitam sedikiitpun. Seiingatku bo-ol perek-perek di tempat langgananku, alamak… hiitam semua –Miichel cekiikian seraya memujii dan mengelus bokong Elma. Yg laiin iikut tertawa.
Kemudian ketiiga perempuan iitu disuruh duduk mengangkang kembalii. Bedanya, sekarang Elma disuruh menjiilat kemaluan Yulii. Elma pun menurut dan membungkuk mendekatkan mulutnya ke kemaluan Yulii. Awalnya dia merasa jiijiik, akan tetapi waktu bokongnya ditampar oleh Mokas, dia langsung menggerakan liidahnya menyapu bagian-bagian kemaluan Yulii. Yulii merasa kegelian sehiingga seriing menggeliinjang dan matanya terpejam. Entah apa yg dirasakan liidah Elma, cairan keperempuanan Yulii bercampur siisa air seniinya, ditambah air liiur pada lelaki mesum iitu, kiinii ia harus menjiilat semuanya.

Akan tetapi Reiina tak tiinggal diam, ia disuruh menjiilat anus dan kemaluan Elma darii belakang. Hal iinii membuat Elma juga menggeliinjang kegelian akiibat sapuan liidah Reiina. Sementara anus dan kemaluan Reiina yg sedang menunggiing pun tak luput darii jiilatan atau rabaan kawanan mesum di belakangnya.
Sudah bosan dgn jiilat-menjiilat, dan semakiin kerasnya kemaluan mereka berenam, maka ditariiklah ketiiga perempuan iitu ke ranjang. Ketiiga penjiilat iitu kiinii akan menyetubuhii ketiiga perempuan tersebut, sementara ketiiga kawannya memegangii.
Marco mulaii menggesekkan kemaluannya mencarii tiitiik yg tepat untuk menerobos kemaluan Reiina yg dipegangii Deneb. Mokas melaqukan hal yg sama pada Elma dipegangii Sobirin dan Aldo pada Yulii dibantu Miichel. Maka tak lama terdengarlah jeriitan dan erangan ketiiga perempuan iitu yg diperawanii secara bersamaan. Persiis yg terjadi pada Almira dan Miranda di lantaii bawah.

Maka yg terjadi adalah pesta yg tak dibaygkan sebelomnya. Kerana ketiiga perempuan iitu sudah tak berdaya melawan, setiap pria mesum biisa menyelupkan kemaluannya di antara ketiiga perempuan sementara rekannya membantu memegangii sang perempuan. Hiingga akhiirnya keenam pria mesum iitu benar-benar dapat merasakan legiitnya ketiiga liang sanggama para perempuan tersebut.
Perasaan sakiit, jiijiik dan marah di dada ketiiga perempuan iitu bersatu dgn rasa niikmat yg tak terlawan di selangkangan mereka. Mata mereka terpejam selama dikerjaii kawanan iitu, akan tetapi mulut mereka tak jarang mengaduh atau mengerang. Erangan iinii justru menjadi hal yg erotiis bagii kawanan mesum iitu, sehiingga mereka makiin semangat memompakan kemaluan mereka ke kemaluan ketiiga perempuan iitu.
Maka tak jelas siapa ejaqulasii di mana. Lobang kemaluan ketiiga perempuan iitu kiinii berlumuran cairan manii yg putiih kental kemerahan kerana bercampur darah kehormatan mereka. Sementara tubuh mereka pun basah berlumur peluh, kerana mereka juga merasakan keniikmatan waktu kemaluan kawanan mesum tersebut mengaduk-aduk lobang keniikmatan mereka. Hiingga ketiiga perempuan iitu terkulaii lemas di ranjang.
Jam setengah dua belas, kesebelas pria mesum iitu sedang berkumpul di ruang tengah, seraya merokok dan miinum kopii yg dibuatkan oleh Pak Parmiin sendirii. Kesepuluh rekannya terlihat tersenyum puas meniikmatii malam iitu.
Mokas : Miin, makasiih banyak ya. Aqu tau kau orang yg setia kawan. Tak percuma kiita datang jauh-jauh nengok kau, ternyata biisa meniikmatii perawan-perawan berkerudung iitu.

Perkataan Mokas iitu diiiyakan dan disambut tawa oleh yg laiin. Pak Parmiin cuma tersenyum kecut.
Mereka terus ngobrol dan tertawa bercanda dgn suara keras sehiingga membangunkan Miirna dan Bu Tiinah di kamar. Kebetulan kerana malam iitu sangat panas, mungkiin juga kerana ada aura neraka yg malam iitu beredar di rumah iitu, membuat Bu Tiinah dan Miirna kehausan. Hampiir bersamaan mereka keluar darii kamar masiing-masiing untuk miinum di dapur. Sialnya untuk ke dapur harus melewatii ruang tengah sehiingga kesepuluh kawanan mesum iitu serasa kembalii di panciing kejantanannya.
Bu Tiinah dan Miirna buru-buru ke dapur menghiindarii tatapan mata kawan-kawan Pak Parmiin yg kurang mengenakkan. Miichel yg darii awal sudah kesengsem meliihat kemontokan Bu Tiinah mulaii bangkiin nafsu jahatnya. Dia meliiriik ke Bryan yg juga bernafsu terhadap Miirna.
Miichel : Haii Miin, kiita kan kawan akrab. Berhubung kau sudah serahkan bocah kosmu iitu pada kamii, bagaiimana apabila kau biarkan aqu menciiciipii isterimu yg montok iitu Miin?
Mendengar iitu Pak Parmiin langsung bangkiit darii duduknya iingiin menampar Miichel, akan tetapi Mokas dan Parto menahan Pak Parmiin.
Pak Parmiin : Bangsat kamu, awas kamu beranii-beranii sama isteriku…
Miichel : Sak, sudah tanggung niih. Kemaluanku pun ngaceng lagii liihat bokongnya isteri sii Parmiin, bagaiimana menurutmu Sak? –Miichel miinta persetujuan Mokas.
Parto : IIya Sak, udah kepalang tanggung, kiita tambah lagii lah isteri dan bocah Parmiin iitu. Mumpung kiita di siinii. Giimana yg laiin, setuju kah?

Yg laiin menganggukkan kepala tanda mereka juga iingiin merasakan bagaiimana niikmatnya isteri sii Parmiin sehiingga dia tak pernah lagii ke lokaliisasii. Awalnya Mokas tak iingiin sejauh iitu, akan tetapi atas desakan kawan-kawannya, akhiirnya ia setuju juga.
Robert kemudian mengeluarkan lakban dan membekap mulut Pak Parmiin, sementara kedua tangannya diiikat ke kursii. Mereka lalu menunggu Bu Tiinah dan Miirna lewat ruang tengah iitu. Tak lama keduanya, datang. Keduanya langsung terkejut meliihat Pak Parmiin sudah dibekap dan diiikat di kursii dgn sebuah piisau buah terhunus di lehernya yg dipegang oleh Mokas.
Mokas : Bu Tiinah, Miirna, ke siinii kalian –Mokas menghardik.
Bu Tiinah : Bapak… Apa-apaan iinii? Kalian apakan pasangankua?
Miichel : Maaf merepotkan Bu. Akan tetapi begiinii, kamii iinii dulu sama-sama seriing ke perekan. Akan tetapi sejak Pak Parmiin meniikah dgn kau, kenapa Pak Parmiin jadi tak pernah iikut lagii. Jadi Bu, sekarang kamii iinii, iistiilah iingiin menciiciipii keniikmatan IIbu…
Bu Tiinah menggelengkan kepala tanda tak percaya.
Bu Tiinah : Ndak, ndak mungkiin. Pasangan gue ndak pernah iitu ke perekan. Dia bersiih kok. Kurang ajar kalian. Sudah bertamu, malah nuduh macam-macam.
Mokas : Kau berdua jangan coba-coba melawan, atau kuguet sii Parmiin iinii.
Meliihat pasangannya terancam sebiilah piisau, Bu Tiinah jadi biingung. Dia iingiin teriak keluar, akan tetapi taqut pasangannya menjadi korban.
Bu Tiinah : Tolong Pak lepaskan pasangan gue. Dia sudah baiik sekalii sama kalian. Salah apa dia?
Bryan : Salah dia ya kerana dia punya isteri semontok kau dan bocah perempuan secantiik Miirna iinii.
Mokas : Bu, kamii tak akan menyakiitii siapa pun asal IIbu dan Miirna mau mematuhii periintah kamii. Mengertii Bu?
Bu Tiinah : Ndak, aqu ndak sudi nurut periintah kalian. Pergii kalian. –Bu Tiinah mulaii mengusiir.
Kerana Bu Tiinah tak menurut, maka Mokas merasa perlu melaqukan sesuatu. Di iiriiskannya lah sedikiit piisau iitu ke piipii Pak Parmiin sehiingga mengeluarkan darah. Meliihat hal iitu nyalii Bu Tiinah jadi ciiut.
Mokas : Kau dengar ya, aqu ga akan ragu menyayat pasanganmu apabila kau tak nurut. Mengertii kau?
Bu Tiinah : II…iiya Pak. Ma..af…
Bu Tiinah dan Miirna mulaii paniik meliihat darah mengucur di piipii Pak Parmiin.
Miichel : Nah sekarang kalian nurut kan. Baiik, ke siinii kau Anii. –Bu Tiinah mendekat perlahan bergandgn dgn Miirna. Sementara Miichel mulaii menurunkan celananya.
Miichel : Hiisap kemaluanku Anii, sepertii kau hiisap kemaluan sii Parmiin. Cepat!!

Bu Tiinah disuruh berlutut dan sempat tertegun mendapatii kemaluan lelaki laiin di depannya. Selama iinii kemaluan yg pernah ia liihat dan hiisap cuma kemaluan pasangannya. Kiinii kemaluan Miichel yg lebiih hiitam dan lebiih besar dariipada punya pasangannya menunggu untuk ia hiisap. Ia sempat biimbang, akan tetapi setelah meliihat darah mengucur di piipii pasangannya, ia langsung melahap kemaluan Miichel.
Miichel merasakan keniikmatan yg uniik meliihat kemaluannya dikulum oleh isteri kawannya sendirii, seorang perempuan yg berkerudung. Tak sepertii para pelajar tadi, Bu Tiinah tentu lebiih berpengalaman dalem memberiikan oral seks. Miichel biisa merasakan jiilatan liidah Bu Tiinah di kepala kemaluannya dan lobang kenciingnya.
Miichel : IInii baru hiisapan top, gak kaya amatiiran tadi, udah ga enak, kena giigii terus. Untung tak lecet kemaluanku.
Semua tertawa mendengar pujian Miichel. Bryan yg darii tadi sudah tak sabar iingiin meniikmatii tubuh Miirna memanggiil Miirna ke dekatnya. Miirna mendekatii Bryan perlahan seraya ketaqutan.
Bryan : Heii Miirna, kau liihat apa yg iibumu laqukan iitu pada Om Miichel, sekarang kau juga laqukan padaqu. IInii, hiisap! –seraya menyodorkan kemaluannya yg juga sudah mengacung. Miirna juga belom pernah melaqukan blow job, dan iinii juga pertama kaliinya dia menghadapii sebuah kemaluan lelaki orang dewasa yg sedang tegak. Digenggamnya batang kemaluan Bryan seraya gemetaran, kemudian liidahnya mulaii menjiilatii kepala kemaluannya, mencontoh jiilatan iibunya pada kemaluan Miichel.

Dan kawanan mesum iitu mulaii berbariis. Aldo, Marco dan Robert di siisii Miichel menunggu giiliiran kemaluannya diserviis oleh Bu Tiinah, sementara Steven, Parto, Sobirin dan Deneb menunggu giiliiran diserviis Miirna.
Apa yg terjadi sungguh memiilukan Pak Parmiin, meliihat dua orang perempuan kesaygannya harus mengoral kemaluan kawan-kawannya yg keterlaluan. Tangan-tangan mereka mengelusii kepala Bu Tiinah dan Miirna yg masiih terbungkus kerudung, kadang ditariik kadang ditekan untuk memberiikan efek keniikmatan sendirii pada kemaluan mereka.
Merasa cukup meliihat Bu Tiinah mengoral kemaluan kawannya. Miichel memanggiil Bu Tiinah ke arah sofa tempat ia duduk dgn santaiinya di ruang tengah iitu.
Miichel : Heii Tiinah, kemarii kau. Sekarang kau buka bajumu iitu semua, kecualii kerudungmu ya.
Bu Tiinah sebenarnya sudah mulaii terangsang kerana matanya baru meniikmatii empat kemaluan mengacung yg semuanya lebiih gagah dariipada punya pasangannya. Ditambah keadaan pasangannya yg masiih terancam piisau, dia tak piikiir panjang untuk mulaii melepas terusannya hiingga jatuh.
Ternyata Bu Tiinah cuma memakaii celana dalem dan tak memakaii BH kerana dia memang jarang tiidur memakaii BH. Kerudung pendek yg ia gunakan tak mampu menutupii buah dadanya yg lonjong tanda mulaii turun.
Marco : Wah pantas saja Parmiin betah tiidur sama sii Tiinah iinii, ga pernah pake BH. Kapan saja mau susu, dia tiinggal nyeruput hahaha… –kawannya yg laiin iikut tertawa.
Miichel memaiinkan HPnya sebentar sehiingga tak lama terdengarlah sebuah lagu dangdut dariinya.
Miichel : Tiinah, coba kau hiibur kamii. Kau berjogetlah iikutii lagu iinii. Coba kau liiukkan bokong dan piinggulmu ya.

Bu Tiinah tak punya piiliihan laiin kecualii mengiikutii periintah Miichel. Sebenarnya dia tak pandaii menarii, maka dia sebiisanya saja mengiikutii alunan lagu iitu.
Aldo : Coba kau buka celana dalemmu iitu seraya meliiukkan piinggulmu.
Bu Tiinah pun mengiikutii periintah Aldo. Dia menurunkan celana dalem piinknya pelan-pelan melewatii bokongnya, sampaii pahanya, terus turun ke lututnya hiingga keluar gelang kakiinya.
Semua lelaki mesum iitu mulaii meniikmatii goygan Bu Tiinah yg ternyata lumayan seksii. Bokongnya yg memang bahenol terliihat sangat iindah bergoyg waktu diliiukkan berputar, miiriip goyg iinul akan tetapi dgn gerakan yg lebiih pelan. Marco langsung mendekatii Bu Tiinah dan iikut bergoyg di belakangnya seraya tangannya meremas-remas bokong Bu Tiinah dan kemaluannya terkadang di sentuhkan ke belahan bokongnya.Yg laiin menonton seraya terus meremasii kemaluannya masiing-masiing.

Pak Parmiin pun sebenarnya cukup meniikmatii pemandangan iinii. Dia tak pernah menygka bahwa isterinya biisa menarii seerotiis iitu. Akan tetapi kehadiran Marco di belakang Bu Tiinah seraya menjamah bokong isterinya turut membuat emosiinya tetap terbakar.
Waktu lagu habiis, Bu Tiinah pun dipanggiil mendekat ke Miichel di sofa. Miichel meludahii kepala kemaluannya hiingga mengkiilap, kemudian menyuruh Bu Tiinah mengangkang dan mengoleskan ludahnya di kemaluan Bu Tiinah. Bu Tiinah sempat menjeriit tertahan kerana bagian sensiitiifnya tergesek tangan Miichel.
Lalu Miichel berbariing terlentang di sofa dan menyusuh Bu Tiinah naiik ke atasnya. Bu Tiinah sempat ragu. Akan tetapi setelah meliiriik sebentar ke arah Pak Parmiin, meliihat pasangannya masiih terancam piisau oleh Mokas, dia lalu naiik ke atas tubuh Miichel. Bu Tiinah mengertii keiingiinan Miichel. Dia menggenggam kemaluan Miichel, kemudian mengarahkan kepalanya ke lobang kemaluannya. Maka tak lama, kemaluan Miichel pun sudah hiilang ditelan kemaluan Bu Tiinah.

Bu Tiinah bergerak naiik turun, kadang berputar, sepertii halnya dia melayanii Pak Parmiin. Matanya terpejam tak iingiin meliihat paras Miichel yg menjiijiikkan, sementara tangan Miichel terus meremas buah dada Bu Tiinah. Tak lama kemudian Marco bergabung, mendorong tubuh Bu Tiinah hiingga tengkurap dan buah dadanya tepat di mulut Miichel. Sementara Marco mulaii meludahii anus Bu Tiinah hiingga liiciin. Merasa sudah dicukup, maka didorongnyalah kemaluannya ke anus Bu Tiinah. Awalnya Bu Tiinah merasa kesakiitan kerana iinii pertama kaliinya anusnya disodomii. Akan tetapi kerana keniikmatan tersendirii di kemaluannya yg tersesakii kemaluan Miichel yg lebiih besar darii pada kemaluan pasangannya, ditambah pentiil buah dadanya disedotii Miichel, sakiitnya tak terlalu terasa.
Aldo tak tiinggal diam. Dia mendekatkan kemaluannya di mulut Bu Tiinah. Meliihat hal iitu, Bu Tiinah mengertii dan mulaii mengoral kemaluan Aldo. Jadilah semua lobang yg ada di tubuh Bu Tiinah memberiikan keniikmatan untuk kawan pasangannya, kecualii lobang teliinga dan Steveung tentunya. Pak Parmiin yg menyaksiikan darii jauh pun mulaii terangsang meliihat isterinya terlihat meniikmatii ketiiga kemaluan kawan-kawannya.
Sodokan kemaluan Miichel pada Bu Tiinah benar-benar menusuk hiingga ke hatii Bu Tiinah sehiingga dia mulaii tak biisa menahan dirii. Diriinya mengerang-erang keniikmatan melaluii persetubuhan haram iinii. Piinggulnya mulaii bergerak tak karuan, kemaluannya mulaii berkontraksii hiingga tak tertahan lagii, dia mencapaii puncaknya.
Waktu kliimaks, gerakan Bu Tiinah makiin liar. IInii membuat kemaluan Miichel dan Marco terasa makiin tersedot dan terputar sehiingga mereka berdua pun tak kuat menahan keniikmatan iitu, masiing-masiing memuncratkan maniinya yg tiinggal sedikiit ke lobangnya masiing-masiing. Aldo yg meliihat gerakan erotiis Bu Tiinah pun langsung mengocok kemaluannya kuat-kuat hiingga maniinya menyembur ke paras Bu Tiinah. Tubuh Bu Tiinah lunglaii kelelahan, akan tetapi para lelaki langsung melepaskannya hiingga Bu Tiinah tertelungkup di sofa. Giiliiran Deneb, Sobirin dan Robert yg mengerjaii Bu Tiinah, dgn posiisii yg sama, akan tetapi kiinii Bu Tiinah terlentang, tak lagii tengkurap. Deneb di bawah memasukkan kemaluannya ke anus Bu Tiinah, Sobirin di atas juga memasukkan kemaluannya ke kemaluan Bu Tiinah dan Robert mengocokkan kemaluannya ke mulut Bu Tiinah. Bu Tiinah cuma biisa pasrah tubuhnya dihentak-hentakkan darii bawah dan atas dgn kemaluan-kemaluan kawan pasangannya yg mengiisii lobang-lobang diriinya.

Pak Parmiin tak biisa berbuat apa-apa meliihat isterinya mencapaii kliimaks oleh sodokan kemaluan kawan-kawannya. Sejujurnya pemandangan isterinya yg bugiil dan seriing kelojotan seraya mengerang membuat biirahiinya juga bangkiit, akan tetapi perasaan terhiina pun menumpuk di dadanya meliihat kawan-kawannya menjadikan isterinya lebiih hiina dariipada seorang perek.
Sementara Miirna telah dibopong Bryan ke kamarnya. Seluruh pakaian Miirna dilucutii tak terkecualii kerudungnya. Dihempaskannya tubuh Miirna ke ranjangnya, kemudian Bryan langsung meniindih tubuh perempuan iitu. Tubuhnya yg langsiing lemah gemulaii dan putiih mulus sangat kontras dgn tubuh Bryan yg hiitam dan gemuk. Bryan sempat menjiilat kemaluannya supaya liiciin sehiingga ia lebiih mudah memerawaniinya. Miirna berteriak kesakiitan waktu kemaluan Bryan mulaii menembus keperawanannya, akan tetapi mulutnya dibekap oleh tangan Parto, sementara Steven menyaksiikan seraya menunggu giiliiran.

Begiitu Bryan selesaii, Steven langsung mengambiil posiisii terlentang di ranjang iitu, kemudian dibantu Parto, Miirna diposiisiikan di atas tubuhnya sehiingga kemaluan Miirna pas menelan kemaluan Steven. Miirna tak perlu susah-susah menggerakkan tubuhnya kerana Steven terlihat bernafsu menyodok-nyodok kemaluan Miirna darii bawah sementara tangannya menggeraygii buah dadanya yg masiih dalem pertumbuhan. Parto tak tunggu lama langsung mengambiil posiisii di belakang Miirna,dan berusaha menganalnya. Akhiirnya lobang siiswii SMA iitu teriisii depan belakang. Miirna cuma biisa pasrah.

Waktu menunjukkan pukul setengah satu waktu kawanan mesum iitu telah kembalii berpakaian lengkap. Bu Tiinah terlihat sangat kelelahan tertelungkup di sofa, masiih tanpa busana, sementara Miirna di kamarnya menangiis sesenggukan menahan periih di kemaluan, anus dan terutama periih di hatiinya. Dia sama sekalii tak menygkan keperawanannya akan terenggut dgn cara sepertii iinii.
Mokas : Oke Miin, sekalii lagii makasiih untuk malam iinii.
Miichel : IIya Miin, jangan dendam ya. Apabila kau iingiin menciiciipii isteriku, kau datang saja ke rumahku. Nantii biisa kuatur ya…
IIkatan dan sumpalan mulut Pak Parmiin sengaja tak dilepas supaya tak melawan, dan biarkan saja isteri atau bocahnya nantii yg membukakan.
Parto : Kapan-kapan kamii mampiir lagii ya ke siinii. Jangan kapok ya… hahaha…
Semua terlihat tertawa puas, dan mereka mulaii meniinggalkan rumah iitu. Mereka memasukii memasukii dua buah mobiil X**** yg mereka sewa darii kota J. Mokas menyetiir mobiil pertama, sementara Robert mobiil kedua. Mereka meliihat sekalii lagii ke rumah kosan iitu, rumah yg telah memberiikan mereka kepuasan seksual yg belom pernah mereka dapatkan sebelomnya, kepuasan semu, kepuasaan sesaat, bahkan mungkiin, kepuasan terakhiir mereka di dunia iinii.

*Breakiing News – Keesokan hariinya*

Cerita Hot – Dua buah kecelakaan terpiisah terjadi di jalan tol C dinii harii tadi. Kecelakaan pertama terjadi di km xx dan kecelakaan kedua terjadi di km xx. Uniiknya kedua kecelakaan meliibatkan miiniibus X**** dgn ciirii yg sama, yaiitu ban depan sebelah kanan lepas dan rem blong sehiingga kedua miiniibus tak dapat dikendaliikan kerana dalem kecepatan tiinggii dan menabrak pembatas jalan, kemudian terguliing beberapa kalii sebelom akhiirnya terlempar ke luar jalan tol. Semua korban berjumlah sepuluh orang tewas. Korban tewas merupakan peserta rapat koordinasii sebuah departemen di Jakarta. Belom diketahuii apakah kecelakaan iinii kerana kelalaian atau sabotase…

Cerita Sex Gangbang Brutal Kawanan Mesum, Cerita Hot Gangbang Brutal Kawanan Mesum, Cerita Bokep Gangbang Brutal Kawanan Mesum, Cerita Sex Gratis, Bokep Sex Perkosa, Cerita Bokep Perkosa, Cerita Sex Istri, Cerita Sex Gadis, Sex Gadis Perawan, Cerita Sex Perawan, Cerita Sex Paksa, Cerita Sex Perkosa, cerita sex, cerita bokep, cerita dewasa, cerita hot, cerita seks, cerita mesum, cerita lucah, kisah sex, kisah bokep, kisah dewasa, kisah hot, kisah seks, kisah mesum, kisah lucah, majalah sex, majalah bokep, majalah dewasa, majalah hot, majalah seks, majalah mesum, majalah lucah, foto sex, foto bokep, foto dewasa, foto hot, foto seks, foto mesum, foto bugil, artikel seks, artikel sex, artikel bokep, artikel dewasa, artikel mesum, cerita ngentot, birahi tinggi, majalah ngentot, situs bokep, situs sex, situs seks, situs bokep, situs dewasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bandarkiu